Kamis, 26 November 2009

Histogram

Pengolahan Citra

gambar=imread(‘gambarkoe.jpg’); membaca file gambar

red=gambar(:,:,1); %memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel warna

merah

green=gambar(:,:,2);% memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel

warna merah

blue=gambar(:,:,3); %memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel

warna merah

merahgray2=0.3*red+0.5*green+0.2*blue ;

imhist(red)

imhist(green)

imhist(blue)

imhist(gray)























Rgb2gray Histogram


















[nama_file1,nama_path1]=

uigetfile(... {’*.bmp;*.jpg

’,’File Citra

(*.bmp,*.jpg)’;

’*.bmp’,’ File Bitmap

(*.bmp)’; ... ’*.jpg’,’File

jpeg (*.jpg)’; ’*.*’,’

Semua File (*.*)’},...

’Buka File Citra

Host/Asli’); if ˜isequal(nama_file1,

0)

handles.citra1=imread

(fullfile(nama_path1,nama_file1));

x=rgb2gray(handles.citra1);

guidata(hObject,handles); hold on;

axes(handles.sb_citra_asli);

imshow(x); hold on;

axes(handles.sb_hist_asli);

imhist(x); else

return; end set(handles.text9,

’string’ ,nama_file1);

set(handles.text10,’string’ ,

size(handles.citra1,1));

set(handles.text12,’string’ ,

size(handles.citra1,2));

x=rgb2gray(handles.citra1);

handles.citra2=histeq(x);

guidata(hObject,handles);

hold on;

axes(handles.sb_citra_perataan);

imshow(handles.citra2); hold on;

axes(handles.sb_hist_perataan);

imhist(handles.citra2);

RGB Histogram

















uigetfile(...

{‘*.bmp;*.jpg’,’File Citra(*.bmp,*.jpg)’;

’*.bmp’,’File Bitmap(*.bmp)’; ...

’*.jpg’,’File jpeg (*.jpg)’;

’*.*’,’Semua File (*.*)’},...

’Buka File Citra Host/Asli’);

if isequal(nama_file1, 0)

handles.citra1=imread(fullfile(nama_path1,nama_file1));

[x,map]=rgb2ind(handles.citra1,256);

guidata(hObject,handles);

hold on;

axes(handles.sb_citra_asli);

imshow(handles.citra1);

R=handles.citra1(:,:,1);

hold on;

axes(handles.sb_hist_red);

imhist(R);

G=handles.citra1(:,:,2);

hold on;

axes(handles.sb_hist_green);

imhist(G);

B=handles.citra1(:,:,3);

hold on;

axes(handles.sb_hist_blue);

imhist(B);

else return;

end

set(handles.text10,’string’,nama_file1);

set(handles.text12,’string’,size(handles.citra1,1));

set(handles.text14,’string’,size(handles.citra1,2));



Menampilkan Gambar sebagai matriks pada Matlab

Pengolahan Citra

Citra digital merupakan suatu larik dua dimensi atau suatu matriks yang elemen-elemennya menyatakan tingkat keabuan dari elemen gambar. Jadi informasi yang terkandung bersifat diskret. Citra digital tidak selalu merupakan hasil langsung data rekaman suatu sistem. Kadang-kadang hasil rekaman data bersifat kontinu seperti gambar pada monitor televisi, foto sinar-X, dan lain sebagainya. Dengan demikian untuk mendapatkan suatu citra digital diperlukan suatu proses konversi, sehingga citra tersebut selanjutnya dapat diproses dengan komputer.

Pada tulisan kali ini, penulis akan menjelaskan cara menampilkan sebuah citra atau image sebagai matriks menggunakan Matlab. Sebagai contoh penulis akan menggunakan sebuah gambar dengan format jpg.

Image kucing diatas berukuran 130 x 119 yang berarti image tersebut terdiri dari 130 kolom dan 119 baris pixel. Jadi total keseluruhan image tersebut terdiri dari 15470 pixel, dan tiap pixel tersebut merupakan perpaduan dari 3 warna utama yaitu: Red, Green, Blue yang lebih dikenal dengan istilah RGB.

Untuk menampilkan image tersebut sebagai matriks pada matlab tidaklah sulit, berikut adalah sintaks yang digunakan untuk menampilkan image tersebut sebagai matriks.

>> c=imread(‘kucing.jpg’,'jpg’);
>> asci=uint8(c)

Fungsi imread() digunakan untuk membaca image yang ada pada komputer kita, image kucing itu pun harus sudah ada pada folder work didalam matlab.

C:\Program Files\MATLAB71\work

Fungsi uint8() digunakan

untuk mengubah string menjadi bilangan integer.








asci(:,:,1) Menandakan bahwa matriks yang ditampilkan adalah komposisi warna lapis pertama atau Red, dan seterusnya diikuti matriks lapis kedua dan ketiga.











Matriks Green












Matriks Blue